
Presiden Jokowi meminta kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk melakukan evaluasi terhadap sejumlah media on-line yang memproduksi berita bohong dan provokatif. Presiden juga menginstruksikan adanya tindakan tegas pada media-media fiktif yang beritanya telah menyesatkan persepsi banyak masyarakat.
Penegakan hukum harus tegas dan keras untuk hal ini. Kita harus evaluasi media-media on-line yang memproduksi berita-berita bohong tanpa sumber yang jelas, dengan judul yang provokatif, mengandung fitnah," ucap Jokowi, saat memimpin rapat terbatas yang khusus membahas tentang antisipasi perkembangan media sosial di Kantor Presiden.
Baca : Warga Yahudi Di Minta Tinggalkan Prancis Oleh Menhan Israel
Presiden juga menyebut bahwa saat ini ada 132 juta pengguna net aktif di Indonesia. Jumlah tersebut sama dengan 52 persen dari total penduduk Indonesia. Dari jumlah pengguna internet aktif di Indonesia, sambung Presiden, 129 juta di antaranya juga aktif menggunakan media sosial.
Agar masyarakat bijak dalam menggunakan media sosial, Jokowi meminta ada gerakan masif yang mengedukasi masyarakat tentang bagaimana memanfaatkan teknologi dengan cara-cara produktif.
Baca : Unsur Pengaman Uang Rupiah Baru Ada Dua Belas
Gerakan ini penting untuk mengajak netizen mengampanyekan bagaimana berkomunikasi melalui media sosial yang baik, yang beretika, yang positif, yang produktif, yang berbasis nilai-nilai budaya kita," kata Presiden. Via : Republika
Penegakan hukum harus tegas dan keras untuk hal ini. Kita harus evaluasi media-media on-line yang memproduksi berita-berita bohong tanpa sumber yang jelas, dengan judul yang provokatif, mengandung fitnah," ucap Jokowi, saat memimpin rapat terbatas yang khusus membahas tentang antisipasi perkembangan media sosial di Kantor Presiden.
Baca : Warga Yahudi Di Minta Tinggalkan Prancis Oleh Menhan Israel
Presiden juga menyebut bahwa saat ini ada 132 juta pengguna net aktif di Indonesia. Jumlah tersebut sama dengan 52 persen dari total penduduk Indonesia. Dari jumlah pengguna internet aktif di Indonesia, sambung Presiden, 129 juta di antaranya juga aktif menggunakan media sosial.
Agar masyarakat bijak dalam menggunakan media sosial, Jokowi meminta ada gerakan masif yang mengedukasi masyarakat tentang bagaimana memanfaatkan teknologi dengan cara-cara produktif.
Baca : Unsur Pengaman Uang Rupiah Baru Ada Dua Belas
Gerakan ini penting untuk mengajak netizen mengampanyekan bagaimana berkomunikasi melalui media sosial yang baik, yang beretika, yang positif, yang produktif, yang berbasis nilai-nilai budaya kita," kata Presiden. Via : Republika