
Setiap pasangan pasti akan mengalami suatu kebahagiaan dan kesedihan di dalam mengarungi kehidupan rumah tangga. Disaat merasa senang, terlebih juga sedih, sering kali mulut ini keceplosan saat berkata-kata dan mengungkapkan apa yang telah kita alami kepada orang lain, entah teman, saudara, ataupun orang tua.
Alasannya terkadang sangat sederhana, sekedar menumpahkan unek-unek di dalam hati. Hanya saja kita jangan sampai lupa pada batasannya. Sadar atau tidak, menceritakan sebuah kehidupan pribadi bersama pasangan kita sama halnya dengan membuka rahasia dapur sendiri.
Jika Anda memiliki keluhan tentang pasangan, bicarakan lah langsung dengannya. Bahwa perlu anda ketahui, terlalu sering mengekspos momentum bahagia dari kondisi rumah tangga bisa memicu rasa cemburu orang lain. Dan sebaliknya, terlalu rajin mengeluh akan membuat diri Anda menjadi bahan pergunjingan orang lain.
Sebaiknya ingatlah berbagai rambu-rambu berikut ini yang mungkin bisa membuat Anda lebih membatasi apa yang dilarang untuk diungkapkan tentang kehidupan rumah tangga anda.
➮ Kehidupan sek*ual.
Teman-teman anda ataupun orang lain tidak perlu mengetahui semua rincian kehidupan sek*ual Anda dan seberapa baik atau buruknya pasangan anda dalam kegiatan sek+ual.
➮ Bertengkar.
Setelah bertengkar dengan pasangan, Anda pasti akan merasa ingin berbagi keluh-kesah kepada seseorang. Tapi tak dianjurkan untuk membicarakannya dengan teman-teman. Terlebih jika teman anda itu cenderung memihak dan menghakimi. Mereka mungkin bisa menilai hubungan Anda dengan si dia sebagai kegagalan.
➮ Masalah finansial.
Apabila pasangan Anda mengalami suatu masalah dalam hal keuangan, lebih baik berbicara langsung dengannya dan mencoba membantunya. Namun jika diri Anda mengolok-olok kondisi keuangan pasangan dengan teman-teman, itu tidak sehat untuk hubungan Anda.
➮ Bedakan keluarga dengan teman.
Anda juga dapat membicarakan masalah hubungan dengan pasangan kepada orang tua ataupun saudara kandung, tapi tidak kepada teman-teman. Sebab, sangat mungkin mereka akan meminta Anda berpisah dari pasangan.
➮ Masa lalu pasangan.
Jika pasangan pernah mengalami perceraian dan kegagalan hubungan di masa lalu, Anda tak perlu memberi tahu semua itu kepada teman-teman Anda. Mereka mungkin akan memberi pengaruh buruk ke dalam pikiran Anda.
Alasannya terkadang sangat sederhana, sekedar menumpahkan unek-unek di dalam hati. Hanya saja kita jangan sampai lupa pada batasannya. Sadar atau tidak, menceritakan sebuah kehidupan pribadi bersama pasangan kita sama halnya dengan membuka rahasia dapur sendiri.
Jika Anda memiliki keluhan tentang pasangan, bicarakan lah langsung dengannya. Bahwa perlu anda ketahui, terlalu sering mengekspos momentum bahagia dari kondisi rumah tangga bisa memicu rasa cemburu orang lain. Dan sebaliknya, terlalu rajin mengeluh akan membuat diri Anda menjadi bahan pergunjingan orang lain.
Sebaiknya ingatlah berbagai rambu-rambu berikut ini yang mungkin bisa membuat Anda lebih membatasi apa yang dilarang untuk diungkapkan tentang kehidupan rumah tangga anda.
➮ Kehidupan sek*ual.
Teman-teman anda ataupun orang lain tidak perlu mengetahui semua rincian kehidupan sek*ual Anda dan seberapa baik atau buruknya pasangan anda dalam kegiatan sek+ual.
➮ Bertengkar.
Setelah bertengkar dengan pasangan, Anda pasti akan merasa ingin berbagi keluh-kesah kepada seseorang. Tapi tak dianjurkan untuk membicarakannya dengan teman-teman. Terlebih jika teman anda itu cenderung memihak dan menghakimi. Mereka mungkin bisa menilai hubungan Anda dengan si dia sebagai kegagalan.
➮ Masalah finansial.
Apabila pasangan Anda mengalami suatu masalah dalam hal keuangan, lebih baik berbicara langsung dengannya dan mencoba membantunya. Namun jika diri Anda mengolok-olok kondisi keuangan pasangan dengan teman-teman, itu tidak sehat untuk hubungan Anda.
➮ Bedakan keluarga dengan teman.
Anda juga dapat membicarakan masalah hubungan dengan pasangan kepada orang tua ataupun saudara kandung, tapi tidak kepada teman-teman. Sebab, sangat mungkin mereka akan meminta Anda berpisah dari pasangan.
➮ Masa lalu pasangan.
Jika pasangan pernah mengalami perceraian dan kegagalan hubungan di masa lalu, Anda tak perlu memberi tahu semua itu kepada teman-teman Anda. Mereka mungkin akan memberi pengaruh buruk ke dalam pikiran Anda.