Presiden Jokowi kini malah meresmikan sebuah kebijakan menaikkan harga mulai dari listrik, bahan BBM hingga kepengurusan dokumen kendaraan. Tak hanya di sektor itu saja, harga pangan juga ikut melambung. Partai Amanat Nasional (PAN) menyebut kenaikan itu membuat harga diri bangsa turun.
Hal itu di katakan oleh Ketua Fraksi PAN di DPR, Mulfachri Harahap. Ucapan tersebut sekaligus menyinggung kenaikan harga tersebut. "Semua di naikkan. Ada yang turun satu, harga diri. Yang turun tuh harga diri kita sebagai bangsa indonesia itu sudah turun," kata Mulfachri.
Baca : Indonesia Geram Dengan Tindakan Militer Australia Yang Begitu Menyakitkan
Wakil Ketua Komisi III DPR ini mengatakan, setelah reformasi, Indonesia mengalami empat kali pemerintahan. Jika membandingkan, dia menilai empat pemerintahan itu, hanya era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pemerintah benar-benar memiliki konsep.
Pemerintah punya formulasi untuk mengatasi sejumlah permasalahan yang dihadapi, khususnya masalah ekonomi, walaupun ada kekurangan di sana sini, harus kita akui bahwa pemerintahan sebelumnya (era SBY) lebih memiliki sebuah konsep untuk mengatasi sejumlah persoalan yang kita hadapi." paparnya.
Baca : Australia Plesetkan Pancasila Jadi Pancagila : Sungguh Tindakan Yang Kurang Ajar
Bukan hanya itu, dia mengatakan pada era SBY rakyat bisa mendengar penjelasan dari pemerintah terkait persoalan negara, termasuk kenaikan berbagai harga. Bahkan pada saat itu juga pemerintahan SBY menyampaikan rencananya menyelesaikan persoalan tersebut.
Jadi ini masalahnya, ini cara mengatasinya, harusnya ya, atau pada saat beberapa waktu kemudian menjelaskan kepada masyarakat bahwa progres yang dicapai dengan program yang diterapkan untuk mengatasi masalah itu sudah dikoordinir," jelas dia.
Baca : Presiden Jokowi Meminta Untuk Mengevaluasi Media Online Di Indonesia
Mulfachri menyambut positif semangat pemerintahan era Jokowi dalam melakukan percepatan terhadap pembangunan infrastruktur sebagai tulang punggung pembangunan ekonomi Indonesia. Namun, di sisi lain pemerintah juga tidak lupa ada kepentingan lebih sakral ketimbang hal tersebut. Di antaranya, kebutuhan mendasar masyarakat, inflasi tinggi, sampai kepada tingkat pengangguran di Indonesia.
Bahwa oke infrastruktur penting, tapi jauh lebih penting untuk mengatasi persoalan yang dihadapi masyarakat sehari-hari, harga tinggi, inflasi tinggi, tingkat pengangguran masih tinggi, kemiskinan dan kemudian pemerataan. Sumber : Merdeka.com
Hal itu di katakan oleh Ketua Fraksi PAN di DPR, Mulfachri Harahap. Ucapan tersebut sekaligus menyinggung kenaikan harga tersebut. "Semua di naikkan. Ada yang turun satu, harga diri. Yang turun tuh harga diri kita sebagai bangsa indonesia itu sudah turun," kata Mulfachri.
Baca : Indonesia Geram Dengan Tindakan Militer Australia Yang Begitu Menyakitkan
Wakil Ketua Komisi III DPR ini mengatakan, setelah reformasi, Indonesia mengalami empat kali pemerintahan. Jika membandingkan, dia menilai empat pemerintahan itu, hanya era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pemerintah benar-benar memiliki konsep.
Pemerintah punya formulasi untuk mengatasi sejumlah permasalahan yang dihadapi, khususnya masalah ekonomi, walaupun ada kekurangan di sana sini, harus kita akui bahwa pemerintahan sebelumnya (era SBY) lebih memiliki sebuah konsep untuk mengatasi sejumlah persoalan yang kita hadapi." paparnya.
Baca : Australia Plesetkan Pancasila Jadi Pancagila : Sungguh Tindakan Yang Kurang Ajar
Bukan hanya itu, dia mengatakan pada era SBY rakyat bisa mendengar penjelasan dari pemerintah terkait persoalan negara, termasuk kenaikan berbagai harga. Bahkan pada saat itu juga pemerintahan SBY menyampaikan rencananya menyelesaikan persoalan tersebut.
Jadi ini masalahnya, ini cara mengatasinya, harusnya ya, atau pada saat beberapa waktu kemudian menjelaskan kepada masyarakat bahwa progres yang dicapai dengan program yang diterapkan untuk mengatasi masalah itu sudah dikoordinir," jelas dia.
Baca : Presiden Jokowi Meminta Untuk Mengevaluasi Media Online Di Indonesia
Mulfachri menyambut positif semangat pemerintahan era Jokowi dalam melakukan percepatan terhadap pembangunan infrastruktur sebagai tulang punggung pembangunan ekonomi Indonesia. Namun, di sisi lain pemerintah juga tidak lupa ada kepentingan lebih sakral ketimbang hal tersebut. Di antaranya, kebutuhan mendasar masyarakat, inflasi tinggi, sampai kepada tingkat pengangguran di Indonesia.
Bahwa oke infrastruktur penting, tapi jauh lebih penting untuk mengatasi persoalan yang dihadapi masyarakat sehari-hari, harga tinggi, inflasi tinggi, tingkat pengangguran masih tinggi, kemiskinan dan kemudian pemerataan. Sumber : Merdeka.com