
Jalur alternatif Probolinggo ke Malang kembali terendam banjir. Tepatnya di Desa Endalan, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan. Ketinggian air ini mencapai 30 sampai 40 centimeter. Akibatnya pengguna jalan harus ekstra hati-hati jika tidak ingin kendaraannya mogok. Selain menggenagi jalan, banjir juga merendam ratusan rumah di 3 Kecamatan, diantaranya adalah Kecamatan Winongan, Rejoso, Dan Kecamatan Grati. Rata-rata ketinggian air banjir sampai 1 meter lebih.
Baca : Bengawan Madiun Meluap, Tiga Kecamatan Terkena Banjir
Sementara kecamatan terparah terkena imbas banjir kali ini yakni di Kecamatan Winongan dengan ketinggiam banjir setinggi 50 centimeter sampai 1 meter.
Banjir kiriman ini disebabkan oleh intenstas curah hujan di Wilayah Pegunungan Selatan mulai dari Bromo, sangat tinggi sejak Siang hingga petang. Akibatnya sungai Winong yang berada di samping pemukiman warga meluber masuk kedaratan.
Baca : Berkas Taat Pribadi Menjadi Tahap Dua Dilimpahkan
Menurut warga, banjir pada tahun ini sangat besar dan sering, dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya. Di Winongan sendiri pada beberapa bulan ini sudah 10 kali kebanjiran, padahal pada tahun lalu hanya 3 kali banjir.
Baca juga : Bertengkar dengan Keponakan, Dewi Ungkap Kekesalanya Di Medsos
Warga berharap Pemerintah setempat segera menanggulangi masalah banjir ini dengan melakukan normalisasi sungai. Pasalnya setiap kali musim hujan, wilayah Pasuruan sudah menjadi langganan banjir yang disebabkan luapan air sungai dan banjir kiriman dari Wilayah Selatan Pasuruan.
Baca : Bengawan Madiun Meluap, Tiga Kecamatan Terkena Banjir
Sementara kecamatan terparah terkena imbas banjir kali ini yakni di Kecamatan Winongan dengan ketinggiam banjir setinggi 50 centimeter sampai 1 meter.
Banjir kiriman ini disebabkan oleh intenstas curah hujan di Wilayah Pegunungan Selatan mulai dari Bromo, sangat tinggi sejak Siang hingga petang. Akibatnya sungai Winong yang berada di samping pemukiman warga meluber masuk kedaratan.
Baca : Berkas Taat Pribadi Menjadi Tahap Dua Dilimpahkan
Menurut warga, banjir pada tahun ini sangat besar dan sering, dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya. Di Winongan sendiri pada beberapa bulan ini sudah 10 kali kebanjiran, padahal pada tahun lalu hanya 3 kali banjir.
Baca juga : Bertengkar dengan Keponakan, Dewi Ungkap Kekesalanya Di Medsos
Warga berharap Pemerintah setempat segera menanggulangi masalah banjir ini dengan melakukan normalisasi sungai. Pasalnya setiap kali musim hujan, wilayah Pasuruan sudah menjadi langganan banjir yang disebabkan luapan air sungai dan banjir kiriman dari Wilayah Selatan Pasuruan.