
Seusai peluncuran uang rupiah baru NKRI di Jakarta, pada hari Senin, Agus mengatakan BI kini telah meningkatkan jumlah dan kualitas unsur pengaman, dibandingkan penerbitan uang rupiah sebelumnya, untuk mencegah pemalsuan.
➦ Bahkan uang kertas Rp100 ribu, ada 12 unsur. Ke-12 unsur tersebut dapat dilihat dari unsur pengaman warnanya, unsur pengaman ultraviolet, benang dan teknologi Rectoverso dan lainnya," ungkapnya.
Agus telah mengklaim unsur pengaman dalam uang rupiah di tahun emisi 2016 ini merupakan unsur pengaman terbaik dibandingkan mata uang lain di dunia.
➥ Dan unsur pengaman ini akan diketahui masyarakat luas. Cara sederhananya tinggal dilihat, diraba dan diterawang," imbuhnya.
Baca : Ahok Tebar Senyuman Saat Hadiri Haul Ke 7 Gus Dur di Ciganjur
Uang rupiah baru tersebut terdiri dari tujuh pecahan uang kertas dan empat pecahan uang logam. Rupiah kertas yang diterbitkan terdiri dari nominal Rp.100ribu, 50ribu, 20ribu, 10ribu, 5ribu, 2ribu, dan Seribu. Sementara untuk rupiah logam terdiri atas pecahan Rp1.000, Rp500, Rp200, dan Rp100.
Berdasarkan keterangan resmi dari Bank Indonesia, beberapa unsur pengaman adalah, perubahan warna (color shifting), fitur pelangi, gambar tersembunyi, fitur ultra violet, tekstur, dan teknik rectoverso.
Dari fitur pergantian warna, BI juga menjelaskan apabila dilihat dari sudut pandang yang berbeda, akan terjadi perubahan warna.
Kemudian dari sisi fitur pelangi, apabila dilihat dari sudut pandang tertentu, maka pada uang rupiah akan muncul gambar tersembunyi multiwarna berupa angka nominal.
Baca : Kronologi Abg Di Perkosa Massal Di Tanjung Duren
Selanjutnya dari fitur gambar tersembunyi, apabila dilihat dari sudut tertentu, maka pada uang rupiah akan muncul gambar berupa teks BI pada bagian depan dan angka nominal pada bagian belakang.
Sementara dari sisi fitur ultra violet, BI juga memperkuat ultra violet yang memendar menjadi dua warna. Dari sisi rectoverso, apabila diterawang akan terbentuk gambar saling isi berupa logo BI dan gambar pahlawan nasional.
Ke-12 unsur pengaman tersebut akan langsung disosialisasikan secara lengkap oleh BI setelah penerbitan uang baru. Agus memastikan, penerbitan dan sosialisasi uang NKRI baru turut dilakukan di 33 Kantor Perwakilan BI di berbagai wilayah Indonesia. Sumber berita : www.antaranews.com