
Menurut keterangan aktivis TKI di Johor dari sebuah Komunitas Dulor Siji-Dulor Kabeh (LORJI-LORBEH), Tutik telah dipulangkan ke rumah saudara suaminya yang berada di Desa Mataram, Kecamatan Tugu Mulyo, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan.
Jadi, Bu Tutik selama berada di malaysia menikah dengan orang Jawa Timur. Akan tetapi, suaminya tidak pernah di ajak pulang kampung halamanya, sehingga ketika saat beliau mengalami sakit dan ingin pulang, suaminya b.tutik juga tidak tahu tempat asalnya di Lampung. Karena kondisi Bu Tutik saat ini cukup memprihatinkan, kata suaminya yang ingin agar buk tutik berobat di Indonesia saja sambil mencari informasi tentang anaknya.
Dengan bantuan saudara suaminya yang ada di Sumatera Selatan, akan melacak alamat yang tertera di KTP Bu Tutik, meskipun mungkin nama desa atau kecamatan sudah berubah atau wilayahnya sudah dipecah-pecah karena itu KTP bu tutik adalah ktp lama. Mudah-mudahan saja ini adalah satu petunjuk Bu Tutik bisa bertemu dengan anaknya.
Seperti diberitakan sebelumnya, seorang TKI di Malaysia yang hanya diketahui bernama Tutik, berusia sekitar 50 tahun terbaring sakit di sebuah rumah sewa temannya di kawasan Kulai, Johor. Ia menderita sakit maag akut selama sekitar dua minggu.
Dalam keadaan sakit, ia ingin pulang ke kampung halamannya. Namun anehnya, Dirinya lupa alamat lengkap rumahnya. Dirinya hanyalah bisa mengingat bahwa mempunyai tiga orang anak, yaitu dua orang anak kembar perempuan yang bernama Konita dan Korina serta seorang anak laki-laki bernama Sutikno.
Salah satu komunitas TKI di Johor akan membantu proses pemulangannya yang terkendala soal kepastian alamat rumahnya, karena ketika ditanya jawaban Tutik berubah-ubah dan seperti tidak nyambung.
Sumber : www.liputanbmi.com