
UNESCO adalah United Nations of Educational, Scientific, and Cultural Organization. Sesuai dengan namanya, definisi dari didirikannya UNESCO adalah demi untuk membantu PBB dalam meningkatkan sebuah kerja sama antar negara dan bangsa seluruh dunia, melalui bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan.
Proposal tersebut disajikan oleh Palestina, bersama Mesir, Aljazair, Maroko, Lebanon, Oman, Qatar dan Sudan, mengutuk Israel atas beberapa isu yang telah berkaitan dengan Yerusalem dan tempat suci, dari PressTV melaporkan.
Menurut laporan Haaretz, proposal tersebut telah mengakui, bahwa kota Yerusalem adalah suci bagi Islam, Kristen dan Yahudi. Namun Masjidil Aqsho dan Dinding al-Buroq hanya untuk umat Muslim.
Israel telah melakukan upaya diplomatik baru-baru ini untuk memblokir resolusi atau setidaknya melembutkan dan berhasil dalam bergoyang di posisi beberapa negara anggota.
UNESCO dewan eksekutif telah mengeluarkan resolusi yang sama pada Bulan April 2016 lalu, dengan dukungan sejumlah negara Eropa, yang dipimpin oleh Perancis. Resolusi ini sempat membuat tegang sebuah hubungan diplomatik antara Israel dan Perancis. Dan pada akhirnya, Perancis berjanji bahwa tidak akan mendukung setiap langkah melawan Israel di masa depan.
Kemenangan Bagi Negara Palestina.
Pengamat dari Universitas Al-Azhar di Mesir mengapresiasikan keputusan Organisasi Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Budaya (UNESCO). Sebab, UNESCO telah memberi keputusan bahwa Masjid Al-Aqso sebagai situs suci sekaligus tempat ibadah umat Islam.
Pengamat mengatakan, keputusan UNESCO adalah sebagai kemenangan bagi Palestina dan semua umat Islam di seluruh dunia. Akan ada solusi untuk masalah yang dihadapi Palestina. Yakni mengakhiri penjajahan yang dilakukan Israel dan mengembalikan hak-hak Palestina.
Menurutnya, hal ini juga bisa menjadi panggilan kepada dunia untuk mendukung upaya Arab dan Islam dalam membantu Palestina menjadi sebuah negara yang berdaulat. Selain itu, untuk melindungi Palestina, umat Islam dan Kristen.
Setelah melalui perdebatan panjang tentang sejarah antara Palestina dan Israel, Masjid Al-Aqso kini diakui sebagai peninggalan peradaban Islam oleh UNESCO. Dilansir dari Dailynewsegypt, Ahad (16/10).
Menteri Luar Negeri Mesir, Sameh Shoukry mengatakan, pihaknya telah mengunjungi Israel pada Juni lalu untuk memulai kembali proses mendamaikan Palestina dan Israel. Mesir terus berupaya mencari solusi untuk masalah yang dihadapi Palestina dan Israel. Mesir akan terus menyerukan perdamaian antara Palestina dan Israel.
Sumber: panggilandarisurau.com